Dibal Ranuh

Director & Artistic Director

Gusti Dibal Ranuh dari Singaraja Bali, lulusan desain grafis Trisakti Jakarta. Pendiri Kitapoleng dan Pendiri Yayasan Matahati Kitapoleng dalam bidang ruang kreatif penciptaan seni rupa kontemporer yang konsen dalam mengembangkan bakat-bakat penyandang disabilitas di bidang seni, khususnya penyandang tuna rungu dan difabel. Sebagai Artistic Director dan Film Director, Dibal menciptakan karya seni pertunjukan dan film yang mengacu pada akar budaya tradisi nusantara. Pada tahun 2018, Dibal meluncurkan buku Perjalanan Dang Hyang Nirartha di Borobudur Writers & Cultural Festival.

Direktur artistik dan aktivis Dibal Ranuh adalah seniman visual multidisiplin yang karyanya secara konsisten dan kuat memperjuangkan suara Nusantara. Dalam bentuknya yang paling murni, karya seninya mencerminkan idealisme kreatif yang menunjukkan kekuatan transformatif seni.

There are 17,000 islands in Indonesia that have 300 ethnic tribes amongst them. Imagine how many ethnic traditions we can learn from … Whether through visual design or ritual and philosophies. Their dances and history…It’s amazing how interesting and rich this is .. Nusantara.. therein lies my love of our tribal traditions. societal norms, and to simply bring joy to the viewer.

Awards & Achievements

Pada tahun 2020, Dibal Ranuh dianugerahi penghargaan Sinematografi Terbaik dalam kompetisi film D(E) Motion Festival Indonesia. Dan lewat film Lukat, Dibal berhasil meraih juara pertama EURASIA Project International di Italia. Pada tahun 2021, film Wong Gamang; Perjalanan Dewi Melanting yang disutradarai Dibal berhasil meraih banyak penghargaan, antara lain Sutradara Film Fiksi Terbaik, Film Artistik Terbaik, dan Penyuntingan Terbaik. Pada tahun 2022, BWCF, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan UNESCO mempercayakan penyutradaraan film tari Mahendraparvata yang bekerja sama dengan kebudayaan Kamboja dan Indonesia.

Exhibitions

  • September 2023, Sawidji Comes Home. Sawidji Gallery Denpasar, Bali.
  • December 2023, Manus, a Conscious Journey. Sudakara Art Space, Bali.
  • May 2024, Culmination, Calm In Nation. Santrian Art Gallery.
  • Academi Music Indonesia Award sebagai Sutradara Video Music Terbaik, Dinasti Matahari – NAVICULA.
  • Achievement Award Gubernur Bali sebagai Filmmaker, Content creator dan penggiat seni Audio Visual dalam Bali Digifest
  • Juara 1 film pendek “Jiwa yang Merdeka” sebagai sutradara dalam Rayakan Merdekamu Kemendikbud.
  • Juara 1 Talenta Tuli Indonesia bersama Kitapoleng
    Pemenang Film Fiksi Terbaik, Artistik Terbaik, Editing Terbaik dalam film “Wong Gamang” sebagai Sutradara.
  • Reward bersama Kitapoleng dalam acara “Bersatu dalam Keberagaman” oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme TV
  • Juara 1 Dunia kategori Best Short Film “ LUKAT” International EURASIA project Festival di Italy dari saingan 18 negara yaitu dari Eropa, Asia, Timur tengah, Africa dan America.
  • Reward sebagai Alumnus Berprestasi Fakultas Seni Rupa & Desain dalam Orasi Ilmiah Dies Natalis ke 55 Universitas Trisakti Jakarta
  • Terpilih oleh Garin Nugroho sebagai Sutradara Film “Wong Gamang” karya Kitapoleng sebagai sutradara dalam Mega Film Festival, Kemendikbud.
  • Juara 1 Cinematography terbaik, Best Short Film “ LUKAT” dalam dEmotion Festival Indonesia

Best Performance & costume di Jakarta International Folklore Festival bersama Kitapoleng

Kurasi terpilih & sebagai karya peserta terbaik “Kukusan Paon” Kitapoleng oleh Djarum Foundation & Ruang Kreatif di Galeri Indonesia Kaya Jakarta

Meraih Rekor Muri “Bendera Merah Putih terbesar di Dunia” 150 x 50m di bentangkan di Gedung Pasar Tanah Abang Jakarta oleh Gubernur DKI Sutioyoso.