
Pranita Dewi
Line Manager & Public Relation
Pranita Dewi, kelahiran 19 Juni di Denpasar. Lebih banyak dikenal sebagai penyair, penulis prosa liris, dan cerita pendek. Karya-karyanya telah diterbitkan di berbagai media ternama seperti Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, Bali Post, Majalah Sastra Horison, Jurnal BlockNot Poetry, Jurnal Sundih, dan Jurnal Sajak.Ia telah meraih berbagai penghargaan dan pengakuan atas bakatnya, mulai dari juara lomba deklamasi puisi dan lomba cipta puisi pelajar se-Bali, hingga beasiswa untuk mengikuti acara Pesta Sastra Internasional Utan Kayu.
Puisi-puisinya mendapatkan pengakuan internasional, dengan diterjemahkan ke dalam bahasa Perancis dan dimuat dalam antologi Couleur Femme serta antologi puisi penyair Singapore-Indonesia. Puisi sebagai jiwa yang dijalaninya, menyajikan pilihan-pilihan lain dalam kehidupannya. saat ini ia aktif bekerja di industri kreatif yang berhubungan dengan konteks visual. Ia bekerja di kantor Create Content That Matters, perusahaan Amerika dalam bidang kreatif sebagai Execuitve Ninja. Ia juga menjadi “ninja” bagi seorang penyanyi Amerika yang bernama Jess Magic, dan turut aktif terlibat sebagai tim manajemen di Kitapoleng Bali, sebuah wadah yang mengeksplor kesenian dengan menggunakan media-media baru secara indah.
Art is a form of expression that can be used to communicate ideas, emotions, and experiences. It can be created using a variety of materials and techniques, and can take many different forms, including painting, sculpture, photography, and music. Art can be used to explore the human condition, to challenge societal norms, and to simply bring joy to the viewer.
Awards & Achievements
Pranita menulis puisi, prosa liris dan cerita pendek. Sejumlah puisinya pernah dimuat Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, Bali Post, Majalah Sastra Horison, Jurnal Block Not Poetry, Jurnal Sundih, Jurnal Sajak.
Puisinya masuk ke dalam Antologi Sepayung dari Festival Sepayung 2023
Puisinya masuk ke dalam Antologi Puisi Jazirah 8 pada Festival Sastra Internasional Gunung Bintan
Ia diundang dalam pertemuan Seminar Internasional Sastra Indonesia di Bali tahun 2019 dan beberapa puisinya masuk ke dalam buku Antologi Puisi yang berjudul “Bandara dan Laba-laba”
Puisinya masuk ke dalam Antologi Puisi bersama yang berjudul “Saron”
Puisinya juga kerap kali dimuat pada pada basabasi.co, sebuah media alternative di Yogyakarta
Puisinya terpilih dalam Seratus Puisi Terbaik dan masuk dalam antologi Gelombang Puisi Maritim oleh Dewan Kesenian Banten. Puisinya juga dimuat dalam buku “Antologi Puisi Klungkung: Tanah Tua, Tanah Cinta” yang diterbitkan oleh Yayasan Museum Nyoman Gunarsa pada bulan Oktober 2016
Puisinya masuk ke dalam antologi puisi Sastra Meretas Peradaban “Tonggak Tegak Toleransi” dalam Pertemuan Mitra Praja Utama MPU X di Kupang, NTT pada tahun 2015
Beberapa puisinya juga diterjemahkan ke dalam Bahasa Perancis dan masuk dalam buku Antologi “Couleur Femme” Warna Perempuan yang diterbitkan sebagai salah satu tema acara sastra Perancis “le Printemps des Poetes” (Musim Semi Penyair) oleh Alliance Francaise de Denpasar & Forum Jakarta-Paris.
Beberapa puisinya juga pernah masuk ke dalam Antologi Puisi Penyair Singapore – Indonesia oleh Majelis Sastra Asia Tenggara, dan diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris.
Puisinya masuk ke dalam Wanna Malai (Antology) sastra Thailand – Indonesia, dan diterjemahkan ke dalam bahasa Thailand dan Inggris pada tahun 2014 oleh Dewan Kesenian Jakarta.
Pada tahun 2012, ia diundang dalam pertemuan Majelis Sastra Asia Tenggara (MASTERA). Masih di tahun yang sama, ia diundang dalam Pertemuan Penyair Indonesia di Pekanbaru, Riau pada tanggal 22-24 November 2012 yang diadakan oleh Dewan Kesenian Riau.
4-6 November 2008 mengikuti pertemuan Mitra Praja Utama (MPU) III di Lembang, Jawa Barat. Cerpennya masuk dalam Antologi Cerita Kerakyatan Titian yang diterbitkan Kokoesan 2008. Meraih juara II dalam Singa Ambara Reja Award.
2-3 Februari 2007, ia diundang untuk mengikuti pertemuan penyair muda 4 kota di Yogyakarta. November 2007 ia diundang mengikuti acara delapan penyair muda baca puisi di Teater Utan Kayu Jakarta.
12-15 Desember 2006 ia diundang untuk mengikuti pertemuan Mitra Praja Utama MPU ke-2 di Sindhu Beach Hotel.
April 2004, ia meraih Juara I Lomba Baca Puisi se-Denpasar dalam Pesta Seni Remaja Kota Denpasar. Juli 2004, sebuah puisinya masuk nominasi “Krakatau Award” Lomba Menulis Puisi Nasional yang digelar Dewan Kesenian Lampung. Agustus 2004, ia meraih Juara I Lomba Deklamasi Puisi se-Bali serta Juara II dan III Lomba Cipta Puisi Pelajar se-Bali yang digelar Teater Angin SMU 1 Denpasar. Agustus 2004, ia meraih Juara I Sayembara Penulisan Puisi se-Bali yang digelar Balai Bahasa Denpasar; dan juga Juara Harapan III Sayembara Penulisan Cerpen se-Bali, dari lembaga yang sama.
Agustus 2003, meraih Juara I Lomba Deklamasi Puisi dan Juara I Lomba Cipta Puisi Pelajar se-Bali yang digelar Teater Angin SMU 1 Denpasar. Tanggal 22-24 Agustus 2003 memperoleh beasiswa mengikuti “A Weekend Creative Workshop: Sound Poetry from Different Faiths” dalam Pesta Sastra Internasional Utan Kayu 2003.
September 2003, meraih Juara Harapan I Lomba Menulis Cerpen Remaja se-Bali, NTB dan NTT yang digelar Balai Bahasa Denpasar; dibukukan dalam kumpulan cerpen “Made Patih.” Oktober 2003, meraih penghargaan “Sepuluh Resensi Terbaik” Lomba Menulis Resensi Cerpen tingkat Remaja se-Bali yang digelar Balai Bahasa Denpasar. November 2003, meraih penghargaan “Lima Puisi Terbaik” Lomba Cipta Puisi Pelajar se-Bali yang digelar Komunitas Jurnalis Buleleng (KJB), dibukukan dalam antologi “Jendela.”